Konservasi Ekosistem Laut, ANTAM Dorong Dampak Berkelanjutan
Rayo Rezar S
13 September 2026 06:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT ANTAM Persero Tbk bersama peserta Women On The Move 2026 menggelar aksi konservasi laut melalui program The Blue Legacy: An Exclusive Ocean Conservation Experience With ANTAM di Medana Bay, Lombok, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Women On The Move 2026 yang mengusung tema “Leading Beyond Limits, Creating Lasting Impact”. Program ini menggabungkan kegiatan pengembangan kepemimpinan, jejaring, wellness, dan inspirasi dengan aksi sosial serta kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam kegiatan konservasi tersebut, sebanyak 50 ekor tukik dilepasliarkan dan 55 terumbu karang ditanam atau direstorasi di kawasan Medana Bay. Aksi ini ditujukan untuk mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga lingkungan laut.
Direktur Keuangan PT ANTAM Persero Tbk Arini Kasmira mengatakan keberlanjutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budaya perusahaan. Namun, sebelum berbicara mengenai aspek keberlanjutan, ANTAM menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan.
“Di Antam itu sustainability itu gabung dengan safety. Jadi setiap ada acara di Antam itu budayanya, setiap apapun acara, pertamanya safety moment,” kata Arini dalam kegiatan The Blue Legacy di Medana Bay, Lombok.
Menurut dia, prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan setiap aktivitas ANTAM. Keselamatan, kata Arini, harus menjadi dasar sebelum perusahaan menjalankan berbagai agenda keberlanjutan.
“Safety always come first. Jadi sebelum kita bicara sustainability, kita bicara ke depan, tapi kita bicara dulu di Antam safety,” ujarnya.
Arini berharap aksi pelepasliaran tukik dan konservasi terumbu karang dalam Women On The Move 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan dampak lingkungan yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Semoga nanti kegiatan ini bisa memberikan meaningful impact ke teman-teman. Sehingga women leading beyond limit and creating lasting impact,” kata Arini.
Dia menilai terumbu karang memiliki peran penting bagi keberlangsungan ekosistem laut karena menjadi habitat dan sumber kehidupan bagi berbagai jenis ikan. Sementara itu, pelepasliaran tukik merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan populasi penyu dan ekosistem pesisir.
“Betul-betul nanti terumbu karangnya, tukiknya akan kembali hidup. Menjadi manfaat bagi ekosistemnya, bagi keluarga si tukiknya. Dan terumbu karang memberi makan banyak ikan-ikan,” tuturnya.
Arini menekankan bahwa manfaat dari aksi konservasi tersebut diharapkan dapat melampaui durasi kegiatan Women On The Move 2026. Menurutnya, dampak lingkungan yang ditanamkan hari ini dapat terus berkembang dalam jangka panjang.
“Jauh nanti setelah kita meninggalkan Lombok, terbang satu tahun, 10 tahun dan bahkan setelah kita tidak ada,” ujar Arini.
Melalui The Blue Legacy, Women On The Move 2026 memperluas makna kepemimpinan perempuan dengan memasukkan aspek kepedulian terhadap lingkungan. Konservasi terumbu karang dan pelepasliaran tukik menjadi bagian dari upaya menghadirkan dampak yang tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga oleh ekosistem pesisir Lombok dalam jangka panjang.
































