Logo Bloomberg Technoz

Pasar Panik Potensi Tekanan Fiskal, IHSG Merosot 2%

Muhammad Fikri
14 September 2026 14:50

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 2,2% ke level 6.391 pada perdagangan Senin (14/9/2026), pukul 14.30 WIB.

Sebagian analis memperkirakan koreksi pasar kali ini disebabkan karena kekhawatiran terhadap potensi tekanan fiskal di tengah melonjaknya harga minyak dunia belakangan.

Co-Founder Alphagate Capital sekaligus Former Chief Indonesia Strategist J.P. Morgan Henry Wibowo mengatakan kenaikan harga minyak hingga mendekati US$100 per barel menjadi salah satu sentimen negatif bagi pasar Indonesia.


Sebagai negara net importir minyak, kenaikan harga minyak berpotensi menekan neraca perdagangan dan fiskal Indonesia.

"Indonesia merupakan negara net importer minyak, sehingga kenaikan harga minyak berpotensi memberikan tekanan terhadap neraca perdagangan dan fiskal, terutama mengingat pemerintah masih memberikan subsidi energi domestik yang cukup besar," kata Henry kepada Bloomberg Technoz, Senin (14/9/2026)