
Bloomberg Technoz, Jakarta - Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan siang hari ini bertambah dalam. Hingga jeda Sesi I, IHSG melemah 98,42 (1,49%) di posisi 6.490 pada Jumat (11/9/2026).
Sepanjang perdagangan hari ini IHSG terus-menerus tertekan aksi jual yang amat deras, rentang perdagangan terjadi pada area level 6.552 sampai dengan terlemahnya hingga menyentuh 6.462.
Transaksi perdagangan saham yang didominasi aksi jual berlangsung mencapai 20,18 miliar saham dengan nilai transaksi Rp8,47 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 1,23 juta kali diperjualbelikan. Sebanyak 521 saham melemah dan hanya ada 133 saham menguat. Sementara, 131 saham lainnya tidak bergerak.
Saham–saham transportasi, saham konsumen non primer, dan saham infrastruktur menjadi pendorong pelemahan IHSG dengan koreksi mencapai 2,12%, 1,88%, dan 1,77%. Disusul oleh saham energi yang terdepresiasi 1,68%.
Sejumlah saham menjadi pemberat IHSG pada perdagangan Sesi I siang hari ini, utamanya saham big caps, yaitu saham BYAN, saham BBCA, hingga saham BRMS.






























