Penguatan Rupiah Terpangkas, Tertahan di Rp17.630/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
08 September 2026 16:44

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penguatan rupiah terpangkas kala menutup perdagangan Selasa (8/9/2026), tersisa 0,06% ke Rp17.630/US$. Siang tadi, mata uang Ibu Pertiwi sempat terapresiasi 0,15% di Rp17.614/US$.
Meski begitu, pergerakan rupiah hari ini lebih baik daripada mayoritas mata uang Asia yang berbalik arah ke zona merah. Rupee India memimpin pelemahan 0,4%, disusul ringgit Malaysia, baht Thailand, peso Filipina, dolar Singapura, yuan offshore, dan dolar Hong Kong.
Sedangkan, rupiah mengekor yen Jepang dan won Korea Selatan yang menguat lebih tajam hari ini.
Harga minyak Brent hampir mendekati US$100/barel, berada di kisaran US$99,33/barel, lantaran ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat.
Mengutip Bloomberg News, milisi Houthi yang didukung Iran mengatakan mereka kembali menargetkan kilang Jazan milik Arab Saudi yang berkapasitas 400.000 barel/hari serta sejumlah fasilitas yang melayani pasar domestik. Houthi memberlakukan blokade terhadap aliran minyak Arab Saudi sebagai respons atas pengepungan Riyadh terhadap ibu kota Yaman, Sana'a, dan telah melancarkan serangkaian serangan dalam beberapa pekan terakhir.






























