Sempat Tertekan, Rupiah Berbalik Arah Menguat
Tim Riset Bloomberg Technoz
08 September 2026 09:26

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Selasa (8/9/2026) dengan pelemahan terbatas 0,02% ke Rp17.644/US$ menyusul tekanan yang terjadi pada harga minyak dunia.
Namun, tak lama berselang rupiah berbalik arah dan menguat 0,02% ke Rp17.637/US$ pada 09.05 WIB, terdongkrak oleh laju mata uang Asia yang mayoritas bergerak di zona hijau. Won Korea Selatan menguat paling tajam bersama yen Jepang masing-masing 0,74% dan 0,72%. Sementara, dolar Taiwan menguat 0,23% bersama peso Filipina, dolar Singapura dan yuan China.
Meski harga minyak melambung ke US$97/barel, pergerakan indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama yang melandai dan tergerus ke 98,74 mendorong penguatan bagi mata uang Asia pagi ini.
Rupiah kemudian melaju lagi dengan penguatan 0,15% ke Rp17.614/US$ pada 09.20 WIB, sejalan dengan pelemahan terhadap dolar AS yang persisten.
Kekhawatiran terhadap inflasi AS membuat pelemahan dolar AS berlanjut. Di sisi lain, yen Jepang menguat ke level tertinggi sejak Februari ke JPY154,05/US$, membawa sentimen positif bagi pasar valuta di kawasan.
































