Logo Bloomberg Technoz

Sempat Tertekan, Rupiah Berbalik Arah Menguat

Tim Riset Bloomberg Technoz
08 September 2026 09:26

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Selasa (8/9/2026) dengan pelemahan terbatas 0,02% ke Rp17.644/US$ menyusul tekanan yang terjadi pada harga minyak dunia. 

Namun, tak lama berselang rupiah berbalik arah dan menguat 0,02% ke Rp17.637/US$ pada 09.05 WIB, terdongkrak oleh laju mata uang Asia yang mayoritas bergerak di zona hijau. Won Korea Selatan menguat paling tajam bersama yen Jepang masing-masing 0,74% dan 0,72%. Sementara, dolar Taiwan menguat 0,23% bersama peso Filipina, dolar Singapura dan yuan China. 

Meski harga minyak melambung ke US$97/barel, pergerakan indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama yang melandai dan tergerus ke 98,74 mendorong penguatan bagi mata uang Asia pagi ini. 


Rupiah kemudian melaju lagi dengan penguatan 0,15% ke Rp17.614/US$ pada 09.20 WIB, sejalan dengan pelemahan terhadap dolar AS yang persisten.  

Rupiah dan mata uang Asia, Selasa (8/9/2026). (Bloomberg)

Kekhawatiran terhadap inflasi AS membuat pelemahan dolar AS berlanjut. Di sisi lain, yen Jepang menguat ke level tertinggi sejak Februari ke JPY154,05/US$, membawa sentimen positif bagi pasar valuta di kawasan.