Bursa Asia Bersiap Dibuka Melemah Akibat Ketegangan Timur Tengah
News
08 September 2026 06:45

Toby Alder - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan dibuka melemah pada Selasa (8/9), di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak lebih tinggi. Kondisi tersebut menambah kekhawatiran terhadap inflasi dan membuat investor tetap waspada terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Sementara itu, yen bertahan di dekat level tertingginya sejak Februari.
Kontrak berjangka indeks saham Jepang, Australia, dan Hong Kong mengarah pada pelemahan saat pembukaan perdagangan, sedangkan kontrak saham Korea Selatan mengindikasikan penguatan seiring kenaikan kontrak Nasdaq 100. Kontrak S&P 500 juga melemah setelah bergerak fluktuatif pada sesi sebelumnya, ketika pasar spot AS tutup karena hari libur.
Harga minyak mentah AS dibuka menguat pada Selasa setelah Brent sempat menembus US$98 per barel pada Senin. Iran menyatakan kesepakatan dengan Oman untuk mengatur pelayaran melalui Selat Hormuz akan segera tercapai, memunculkan pertanyaan mengenai respons AS setelah menyerang kapal-kapal Iran pada akhir pekan. Teheran juga memperingatkan kapal-kapal mengenai risiko serangan di dekat pesisir Oman.
Yen menguat ke level tertingginya sejak Februari, melampaui puncak yang dicapai setelah intervensi terkoordinasi oleh Jepang dan AS. Dolar melemah 0,2% pada Senin, sementara harga tembaga melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa.





























