Tembaga Cetak Rekor Tertinggi di Tengah Gejolak Tarif
News
08 September 2026 06:00

Bloomberg News
Bloomberg, Harga tembaga melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di London Metal Exchange (LME) setelah reli selama berminggu-minggu yang dipicu oleh ekspektasi bahwa Presiden Donald Trump akan memperluas tarif AS terhadap impor logam olahan.
Kontrak berjangka acuan tiga bulan di LME naik sebanyak 0,8% menjadi US$14.533 per ton, melampaui rekor sebelumnya yang dicapai pada Januari, sebelum memangkas sebagian kenaikannya.
Kenaikan harga tembaga sebesar 17% tahun ini—dan 47% dalam 12 bulan terakhir—ditopang oleh ketidakseimbangan pasokan dan permintaan dalam jangka panjang. Armada tambang besar dunia yang menua kesulitan mengimbangi permintaan dari pusat data, energi terbarukan, dan jaringan listrik—kondisi yang selama bertahun-tahun menjadi alasan utama optimisme para pelaku pasar yang bullish terhadap tembaga.
Namun, faktor-faktor jangka pendek kini lebih berperan—terutama ratusan ribu ton tembaga yang dikirim ke AS tahun ini oleh para trader yang ingin meraup keuntungan dari harga yang lebih tinggi di sana. Pasar masih memperhitungkan kemungkinan pengenaan tarif terhadap impor tembaga primer, sekitar dua bulan setelah Departemen Perdagangan AS seharusnya menerbitkan laporan kepada Gedung Putih mengenai perlu atau tidaknya tarif tersebut.



























