Logo Bloomberg Technoz

Trader bersiap menghadapi pekan yang dipenuhi agenda penting, yang akan mencapai puncaknya pada rilis data inflasi AS pada Jumat. Data tersebut akan sangat menentukan apakah Federal Reserve menaikkan suku bunga atau mempertahankannya.

Menjelang laporan CPI tersebut, Bank Sentral Eropa secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi yang dipicu oleh energi, sementara lelang Treasury akan menguji permintaan terhadap obligasi dengan imbal hasil yang berada di dekat level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

“Pasar akan menyesuaikan posisi mereka menjelang periode blackout Fed. Risikonya adalah Fed menjadi lebih hawkish dan hal itu akan tercermin pada pasar saham,” kata Geoff Yu, senior macro strategist di BNY. 

“Pasar obligasi akan tetap gelisah dan kami masih berfokus pada volatilitas pendapatan tetap.”

Grafik pergerakan S&P 500 yang Naik ke Rekor. (Sumber: Bloomberg)

Sementara data ekonomi kemungkinan menjadi katalis terbesar bagi pasar pada pekan ini, laporan keuangan perusahaan juga akan membantu membentuk prospek sejumlah sektor saham utama. Hasil kinerja Oracle Corp. dan Adobe Inc. pada Kamis akan memberi investor gambaran terbaru mengenai permintaan infrastruktur AI serta ancaman teknologi tersebut terhadap perusahaan pembuat perangkat lunak.

Untuk saat ini, kondisi laporan keuangan perusahaan masih mendukung pasar. Investor sebaiknya membeli saham ketika terjadi penurunan harga (buy the dip) mengingat prospek laba yang kuat, kata para ahli strategi JPMorgan Chase & Co.

Bahkan pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral secara moderat diperkirakan tidak akan menggagalkan kondisi positif bagi pasar saham, kecuali ekspektasi inflasi berubah secara signifikan, kata tim yang dipimpin Mislav Matejka.

“Selama laba perusahaan terus berada dalam tren kenaikan, setiap pelemahan harga saham akan membuat valuasi menjadi lebih murah,” tulis para strategis tersebut. 

“Kami meyakini investor harus terus memanfaatkan penurunan harga untuk menambah kepemilikan saham.”

Beberapa pergerakan utama di pasar:

Saham

  • Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,2% pada pukul 15.30 waktu New York
  • Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun 0,6%
  • Kontrak berjangka Nasdaq 100 naik 0,1%
  • Indeks MSCI Asia Pacific naik 1,9%
  • Indeks MSCI Emerging Markets naik 1,7%
  • S&P/BMV IPC turun 0,1%

Mata Uang

  • Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,2% ke level terendah sejak 8 Mei 2026
  • Euro sedikit berubah di US$1,1623
  • Pound Inggris naik 0,2% menjadi US$1,3540
  • Yen Jepang menguat 1,2% ke level tertinggi dalam lebih dari enam bulan
  • Yuan offshore sedikit berubah di level 6,7096 per dolar AS
  • Peso Meksiko melemah 0,3%, penurunan terbesar sejak 28 Agustus 2026

Mata Uang Kripto

  • Bitcoin turun 0,9% menjadi US$79.225,01
  • Ether turun 0,3% menjadi US$2.491,92

Obligasi

  • Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun sedikit berubah di 4,78%
  • Imbal hasil obligasi Jerman bertenor 10 tahun naik lima basis poin menjadi 3,39%
  • Imbal hasil obligasi Inggris bertenor 10 tahun naik empat basis poin menjadi 5,18%

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,3% ke level tertinggi sepanjang masa
  • Harga emas spot turun 0,6% menjadi US$4.404,13 per ons

(bbn)

No more pages