Curah hujan di wilayah timur laut—yang menyumbang sekitar 45% dari total produksi Thailand—tahun ini lebih rendah dibandingkan wilayah lain di negara tersebut, ujar Hiangrat.
Selain itu, harga singkong yang relatif lebih tinggi dapat mendorong petani setempat untuk beralih menanam komoditas lain, tambahnya.
Di India, negara produsen gula besar lainnya, curah hujan selama musim monsun yang berakhir bulan ini juga tercatat di bawah tingkat normal.
International Sugar Organization memprediksi adanya defisit global sekitar 260.000 ton pada musim mendatang, dengan menyoroti dampak El Niño terhadap hasil panen di Asia.
Menurut data dari Thai Sugar Millers Corp., produksi gula Thailand mencapai puncaknya pada tahun produksi 2017—2018 dan 2018—2019 dengan angka lebih dari 14,5 juta ton.
Sejak saat itu, tingkat produksi cenderung lebih rendah dan biasanya berkisar rata-rata 10 juta ton, yang dihasilkan dari sekitar 90 juta hingga 100 juta ton tebu, kata Hiangrat.
(bbn)

































