Logo Bloomberg Technoz

Lebih lanjut, Edi mengatakan sejumlah negara di kawasan yang telah memiliki kesepakatan dengan Irlandia bahkan telah mencatat nilai kerja sama ekonomi yang lebih besar. 

Karena itu, pemerintah sedang menggali dan mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan melalui kerja sama tersebut.

"Sekarang kita sudah gali, kita sudah cari dan identifikasi dari Kadin [Kamar Dagang dan Industri] juga sudah dibuat, itu yang harus kita laksanakan," jelasnya. 

Bidik Perdagangan dan Investasi 

Pada kesempatan yang sama, pemerintah ungkap Edi turut memperluas kerjasama ke dua negara pada sejumlah sektor. 

Pemerintah disebutnya melihat peluang kerja sama di sejumlah sektor, antara lain teknologi digital dan kecerdasan artifisial, energi terbarukan dan teknologi bersih, pembiayaan berkelanjutan, agri-food dan nutrisi, farmasi dan layanan kesehatan, hingga penerbangan dan jasa terkait.

Di sisi lain, Indonesia menawarkan pasar yang besar dan terus berkembang, kapasitas industri yang semakin kuat, serta berbagai peluang investasi.

Oleh karenanya melalui letter of intent antara kedua belah pihak mengenai pengembangan kerja sama ekonomi dan bisnis disebutnya dapat menjadi fondasi untuk menerjemahkan berbagai peluang tersebut menjadi kerja sama konkret.

"Kami memandang dokumen ini sebagai fondasi penting untuk menerjemahkan berbagai prioritas bersama, seperti kerjasama yang lebih konkret antara pemerintah dunia usaha dan institusi terkait di kedua negara," jelas Edi.

Sebagai catatan, pada 2025 total perdagangan Indonesia dengan Irlandia mencapai US$228,6 juta atau setara Rp4,03 miliar (asumsi kurs Rp17.641/US$). Sementara sepanjang Januari hingga Juli 2026 perdagangan kedua negara mencapai US$145,5 juta atau Rp2,56 miliar. 

Di sisi lain, anak buah Menko Airlangga Hartarto tersebut menyatakan hubungan ekonomi Indonesia-Irlandia juga akan mendapat momentum dari implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Sebab setelah IEU-CEPA berlaku, sebanyak 90,4% pos tarif Indonesia akan langsung mendapatkan tarif 0%. Sementara tambahan 8,37% pos tarif akan memperoleh penurunan tarif secara bertahap dan fasilitas tariff rate quota.

Peluang tersebut akan membuka akses pasar yang lebih besar bagi berbagai produk Indonesia, seperti minyak sawit, alas kaki, kopi, furnitur, produk pertanian dan perikanan, serta peralatan telekomunikasi.

"Kami meyakini bahwa Presidensi Irlandia pada Dewan Uni Eropa yang berlangtung dari 1 Juli hingga 31 Desember 2026 juga memberikan peluang yang penting untuk semakin memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan Irlandia, sekaligus memperdalam keterlibatan Indonesia dengan Uni Eropa secara lebih luas." 

"Pada akhirnya kami ingin agar hubungan ekonomi Indonesia dan Irlandia tidak hanya diukur dari nilai perdagangan, tapi juga dari kualitas investasi, inovasi, penciptaan lapang kerja, task for technology serta peluang yang tercipta bagi masyarakat kedua negara," pungkasnya. 

(lav)

No more pages