Logo Bloomberg Technoz

Trafik Pesawat Turun, INACA Akui Tekanan Berat Avtur dan Rupiah 

Sabrina Mulia Rhamadanty
04 September 2026 14:40

Calon penumpang berjalan menuju ruang tunggu keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta. (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Calon penumpang berjalan menuju ruang tunggu keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Bayu Sutanto menyampaikan penurunan trafik penerbangan sepanjang tahun lalu terjadi karena adanya peningkatan harga bahan bakar pesawat atau avtur dan pelemahan kurs rupiah. 

"Tekanan paling besar berasal dari harga avtur yang mahal sekali dan juga kurs rupiah yang melemah. Sehingga bepergian dengan air transport lebih mahal sehingga menurunkan minat atau demand,” katanya saat dihubungi, Jumat (4/9/2026).

Akibatnya, tarif tiket pesawat melambung tinggi dan menekan daya beli masyarakat terhadap moda transportasi udara.


Bayu menambahkan, dalam catatan INACA, harga avtur pada tahun 2025 sempat berada di kisaran Rp17.000-an per liter, lalu mengalami lonjakan signifikan hingga menembus angka di atas Rp23.000 per liter (seperti di Bandara Soekarno-Hatta yang mencatatkan kenaikan drastis sekitar 72,45% dalam penyesuaian periodiknya). 

Meski begitu, Bayu menambahkan penurunan trafik penerbangan ini terjadi juga dibeberapa negara lainnya berdasarkan International Air Transport Association (IATA).