Trafik Domestik Turun, Maskapai ‘Kabur’ ke Luar Negeri demi Cuan
Sabrina Mulia Rhamadanty
04 September 2026 15:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pengamat penerbangan, Gerry Soejatman menyatakan bahwa penurunan trafik penerbangan pada 2025 sebagian besar terjadi pada rute domestik, sedangkan rute internasional cenderung stabil. Gerry menjelaskan bahwa fleksibilitas regulasi di luar negeri menjadi alasan utama para pengelola maskapai mengalihkan armadanya.
“Maskapai banyak yang terbang ke luar negeri karena aturan bisnisnya lebih longgar, tidak ada TBA [Tarif Batas Atas], PPN [Pajak Pertambahan Nilai] dan beban lainnya,” ungkap Gerry saat dihubungi, Jumat (4/9/2026).
Gerry menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penumpang rute internasional terus mengalami pertumbuhan konsisten dari kisaran 15,6 juta orang pada 2023 menjadi sekitar 18,5 juta orang pada 2025 seiring dengan normalisasi rute pasca pandemi dan efisiensi biaya perjalanan ke luar negeri.
Sebaliknya, volume penerbangan domestik mencatatkan tren penurunan bertahap dari 63,47 juta penumpang pada 2024 menjadi sekitar 59,77 juta penumpang pada 2025. Tren pergeseran pasar ini masih berlanjut sepanjang perjalanan tahun 2026, meski memperlihatkan dinamika penurunan yang lebih merata.
Memasuki pertengahan 2026, penerbangan domestik masih tertekan dengan penurunan jumlah penumpang hingga sekitar 8% hingga 10% secara tahunan (YoY), dengan capaian bulanan berada di kisaran 5,01 juta penumpang per Juli 2026.






























