Kemenhut Tutup 9 Kawasan Pendakian Imbas Risiko Karhutla
Dinda Decembria
04 September 2026 15:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menutup sementara aktivitas pendakian di sembilan kawasan konservasi mulai 1 September 2026. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi menghadapi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama puncak musim kemarau.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Satyawan Pudyatmoko menjelaskan penentuan status pendakian tidak dilakukan secara seragam, melainkan berdasarkan analisis pemetaan risiko komprehensif di setiap lokasi.
Parameter yang dinilai mencakup tingkat kerentanan kawasan, potensi keberadaan bahan bakar kering di permukaan, konsekuensi ekologis, hingga kapasitas pengendalian di lapangan.
"Kondisi cuaca yang sangat kering pada musim kemarau meningkatkan akumulasi bahan bakar alami di jalur pendakian, sehingga aktivitas interaksi manusia rentan memicu munculnya titik api. Pengaturan status ini, baik buka terbatas maupun tutup sementara, adalah bentuk kehati-hatian pemerintah untuk mencegah potensi api sekecil apa pun sekaligus menjaga keselamatan para pengunjung," ujar Satyawan dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (03/09/2026).
Dalam kebijakan tersebut, sembilan kawasan yang ditutup sementara untuk aktivitas pendakian yakni Gunung Semeru di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Gunung Ciremai, Taman Nasional Tambora, Taman Nasional Manusela, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Taman Nasional Gunung Leuser, serta sejumlah jalur pendakian di Taman Nasional Lorentz.
































