Logo Bloomberg Technoz

PBB: Pemanasan Global Nyaris Capai Batas Bawah Perjanjian Paris

News
04 September 2026 16:30

Warga menggunakan payung saat cuaca panas di jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (19/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga menggunakan payung saat cuaca panas di jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (19/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Eric Roston - Bloomberg News

Bloomberg, Sejak berbagai negara menandatangani Perjanjian Paris 2015, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara rutin melaporkan kemajuan dunia dalam membatasi pemanasan global hingga 1,5°C di atas tingkat pra-industri. Laporan penting PBB yang diterbitkan pada Rabu menandai berakhirnya era tersebut—sekaligus dimulainya era baru.

Laporan tersebut menyatakan dunia kemungkinan besar akan melampaui ambang batas 1,5°C dalam beberapa tahun mendatang. Pemanasan diperkirakan akan mencapai puncaknya sekitar 1,8°C dalam skenario terbaik, atau sekitar 2,6°C berdasarkan kebijakan saat ini. (Saat ini, pemanasan jangka panjang berada di angka 1,4°C, dengan sesekali terjadi lonjakan jangka pendek di atas angka tersebut.)


Mengingat kondisi "melampaui batas" (overshoot) hampir pasti terjadi, tujuannya kini harus beralih menjadi "melampaui batas, mencapai puncak, lalu menurun"—artinya, membalikkan laju perubahan iklim, idealnya sebelum akhir abad ini.

Pemanasan global hampir mencapai batas bawah Perjanjian Paris. (Bloomberg)

"Kita berada pada titik yang sangat kritis," ujar Debra Roberts, profesor kehormatan di University of KwaZulu-Natal, Afrika Selatan, sekaligus salah satu penulis laporan Program Lingkungan PBB (UNEP) berjudul Limiting Overshoot.