Logo Bloomberg Technoz

Wacana B60 Pakai HVO: BPDP Cemas Kapasitas Pertamina, Biaya Mahal

Sabrina Mulia Rhamadanty
04 September 2026 10:30

Seorang pekerja mengisi generator dengan bahan bakar diesel nabati atau vegetable diesel fuel (VDF) alias biodiesel./Bloomberg-Tomohiro Ohsumi
Seorang pekerja mengisi generator dengan bahan bakar diesel nabati atau vegetable diesel fuel (VDF) alias biodiesel./Bloomberg-Tomohiro Ohsumi

Bloomberg Technoz, Jakarta – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyoroti kapasitas produksi PT Pertamina (Persero) yang dinilai belum memadai, serta besarnya nilai insentif yang harus disiapkan pemerintah jika campuran bahan bakar nabati B60 (biodiesel 60%) dibaurkan dengan hydrotreated vegetable oil (HVO) sebesar 10%.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP Mohammad Alfansyah menyatakan pemerintah perlu memastikan kesiapan produksi dalam negeri sebelum mengimplementasikan kebijakan tersebut.

Menurutnya, kapasitas produksi Pertamina saat ini masih tergolong terbatas dan berada pada skala riset untuk kebutuhan internal.


"Sebelum ke sana [penerapan HVO 10%] perlu dilihat dahulu kemampuan produksi Pertamina untuk 10% HVO itu ekuivalen dengan berapa juta kiloliter [kl]? Karena setahu saya masih skala riset, itu untuk kebutuhan internal Pertamina,” ungkap Alfansyah saat ditemui usai agenda IndoEBTKE Conex 2026 di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Tanda bahan bakar biodiesel hibrida minyak nabati terhidrogenasi (HVO)./Bloomberg-Krisztian Bocsi

Selain masalah kapasitas produksi, penggunaan HVO dalam skema B60 dipastikan akan membebani alokasi insentif dari BPDP secara signifikan.