Logo Bloomberg Technoz

Ekonomi Digital RI No 1 di ASEAN, Tapi Kecepatan Internet Lambat

Redaksi
04 September 2026 13:19

RI Masuk Kelompok Negara 'Lemot' Internet, UEA-Singapura Juaranya (Bloomberg Technoz/Asfahan)
RI Masuk Kelompok Negara 'Lemot' Internet, UEA-Singapura Juaranya (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rendahnya kecepatan internet jadi ironi besar dalam ambisi ekonomi digital Indonesia. Pemerintah ingin membawa Indonesia jadi kekuatan ekonomi digital, membangun pemerintahan digital (govtech) kelas dunia, dan menjadikan teknologi sebagai mesin produktivitas.

Namun, fondasi yang menopang ambisi itu, yakni kualitas koneksi internet, masih tertinggal jauh dari negara tetangga.

Pemerintah menargetkan nilai ekonomi sebesar US$600 miliar melalui Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang disepakati kala menghadiri KTT ASEAN di Cebu, Filipina. Bukan tanpa sebab, nilai ekonomi digital ASEAN mencapai US$1 triliun, dan berpotensi meningkat menjadi US$2 triliun pada 2030. 


Terpisah, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), mengklaim bahwa Indonesia telah menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN dengan nilai transaksi sekitar US$100 miliar atau hampir sepertiga dari total kawasan.

Selain bisa menopang ekonomi, digitalisasi juga dapat merembet pada efisiensi dan efektivitas tata kelola negara. Presiden Prabowo Subianto sempat menyebutkan ambisi untuk membangun Indonesia dengan pemerintahan digital kelas dunia, dimana seluruh layanan publik yang memungkinkan harus tersedua secara daring sehingga rakyat tidak perlu menghadapi birokrasi berbelit.

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di Kantor Pusat Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kamis (24/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)