Logo Bloomberg Technoz

Mahakam & Barito Surut: Batu Bara HRUM, BYAN, AADI Bisa Terdampak

Azura Yumna Ramadani Purnama
04 September 2026 11:40

Sebuah tongkang yang mengangkut batu bara di Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Sebuah tongkang yang mengangkut batu bara di Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Fenomena El Niño membuat sungai Mahakam dan Barito di Pulau Kalimantan mengalami penurunan debit air atau surut, kondisi tersebut membuat operasional kapal tongkang pengangkut batu bara terganggu.

Di sungai Mahakam, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda Mursidi menyatakan telah mengeluarkan instruksi agar seluruh perusahaan dan pemilik pelabuhan membatasi muatan batu bara di tongkang menjadi sekitar 5.500—6.000 ton.

Mursidi menjelaskan, dalam kondisi normal, tongkang pengangkut batu bara dapat mengangkut hingga 7.000 ton batu bara. Namun, saat ini kondisi tersebut dapat membahayakan pelayaran sebab debit air mengalami penyusutan.


“Kita juga melakukan imbauan. Artinya, instruksi juga sebetulnya kepada semua perusahaan termasuk pemilik pelabuhan untuk melakukan pemuatan di bawah batas normal lah,” kata Mursidi, dikutip dari YouTube Tribun Kaltim, Jumat (4/9/2026).

“Artinya, kalau normalnya itu misalnya satu tongkang itu 7.000 [ton], maka harus dikurangi menjadi misalnya 5.500 atau 6.000, karena drafnya nanti akan mempengaruhi pada alur. Artinya ditakutkan nanti ada kejadian kecelakaan kandas kapal dan sebagainya,” tegas dia.

Tongkang pengangkut batu bara ditambatkan di penginapan Sungai Mahakam Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian