Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Stabil Pascalonjakan 3 Hari yang Dipicu Trump

News
03 September 2026 06:21

Ilustrasi Minyak dan kesepakatan antara AS-Venezuela (Bloomberg Technoz)
Ilustrasi Minyak dan kesepakatan antara AS-Venezuela (Bloomberg Technoz)

Kanoko Matsuyama dan Mia Gindis–Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak stabil setelah mengalami kenaikan selama tiga hari berturut-turut, seiring pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa serangan baru terhadap Iran akan berlangsung singkat, seraya menegaskan kembali klaimnya bahwa AS menguasai Selat Hormuz.

West Texas Intermediate diperdagangkan di sekitar US$91/barel setelah melonjak 9% selama tiga sesi terakhir. Brent ditutup di bawah US$96 pada hari Rabu. Saat ditanya berapa lama aksi pengeboman AS dapat berlanjut, Trump mengatakan, “Saya rasa tidak terlalu lama,” meskipun dirinya sampaikan bahwa “kami siap untuk melakukannya lagi.”


Gempuran AS yang kembali dilancarkan ini terjadi setelah beberapa minggu relatif tenang, di mana Iran membalas dengan menembakkan drone dan rudal ke pangkalan-pangkalan AS di seluruh Timur Tengah, sesuai dengan pola yang telah berlangsung selama perang enam bulan tersebut. Meskipun sebagian ekspor minyak telah keluar dari Teluk Persia menggunakan kapal tanker dengan transponder yang dimatikan, eskalasi terbaru ini meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan yang lebih parah.

“Eskalasi terbaru ini sejatinya tetap menopang pasar, namun perlu diingat bahwa baik AS maupun Iran sedang mencari jalan keluar dari situasi ini,” kata Dennis Kissler, VP senior perdagangan di BOK Financial Securities Inc. “Lebih banyak perundingan damai dapat menurunkan harga dengan cepat.”