Logo Bloomberg Technoz

Tekanan Industri Alas Kaki Berlapis, Daya Saing Produk Lokal Lesu

Ibnu Affan
01 September 2026 21:00

Pengunjung melihat alas kaki yang dijual di ITC Mangga Dua, Jakarta, Selasa (22/4/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung melihat alas kaki yang dijual di ITC Mangga Dua, Jakarta, Selasa (22/4/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kalangan pengusaha industri alas kaki menyatakan tengah menghadapi tekanan berlapis akibat adanya pelemahan permintaan domestik hingga hambatan regulasi. Hal ini juga menjadi salah satu sebab kinerja subsektor tersebut menjadi satu-satunya yang kontraksi per Agustus 2026 dari total 23 subsektor industri KBLI 15.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Yoseph Billie Dosiwoda mengatakan, meski produksi masih ekspansif, namun pesanan dan persediaan barang masih terkontraksi.

"Ini menunjukkan bahwa persoalannya bukan semata kapasitas produksi, melainkan semakin lemahnya penyerapan dan daya saing produk nasional," ujar Yoseph saat dihubungi, Selasa (1/9/2026).


Yoseph mengatakan, tekanan tersebut juga telah berlangsung sejak periode Ramadan dan Lebaran tahun lalu yang masih terasa hingga pengujung Juni tahun ini.  

Menurutnya, konsumen semakin selektif dan sensitif terhadap harga, sementara industri dihadapi biaya produksi yang membengkak. Walhasil, ruang menaikkan harga menjadi semakin sempit.