Logo Bloomberg Technoz

Efek Domino El Niño Intai B50, Biaya Tambang Bersiap Makin Mahal

Sabrina Mulia Rhamadanty
02 September 2026 10:10

Seorang pekerja tambang beristirahat di tambang batu bara South Eastern Coalfields Ltd. di Gevra, Chhattisgarh, India./Bloomberg-Anindito Mukherjee
Seorang pekerja tambang beristirahat di tambang batu bara South Eastern Coalfields Ltd. di Gevra, Chhattisgarh, India./Bloomberg-Anindito Mukherjee

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti mengatakan munculnya fenomena El Niño dan penerapan mandat B50 (biodiesel 50%) diproyeksi memberikan efek domino yang signifikan terhadap sektor pertambangan.

Lonjakan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) akibat El Niño berpotensi mengerek Harga Indeks Pasar (HIP) Biodiesel, sehingga biaya bahan bakar minyak (BBM) untuk sektor non-Public Service Obligation (non-PSO) termasuk pertambangan diperkirakan dapat menembus Rp20.000/liter.

“Sektor non-PSO, seperti tambang, industri besar, alat berat, kendaraan mewah, tidak menerima subsidi biodiesel. Mereka membayar harga pasar yang mengikuti HIP Biodiesel yang ditetapkan Kementerian ESDM tiap bulan,” katanya saat dihubungi, Rabu (2/9/2026).


Dia menguraikan skema penetapan harga BBM industri sangat bergantung pada regulasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Saat ini, kisaran harga B50 untuk kebutuhan industri masih berada di tingkat Rp15.000 hingga Rp16.000 per liter.