Logo Bloomberg Technoz

Kunjungan ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa perusahaan swasta menanggapi seruan Presiden AS Donald Trump untuk membantu meningkatkan produksi minyak mentah Venezuela setelah penangkapan mantan Presiden Nicolás Maduro.

Langkah ini diambil di tengah tekanan terhadap Partai Republik—partai Trump—untuk menurunkan harga bensin di AS, yang telah melonjak lebih dari 40% tahun ini akibat perang Iran, menjelang pemilihan umum sela November.

Para pejabat pemerintahan Trump memandang upaya melibatkan perusahaan minyak dari AS dan negara lain untuk beroperasi di Venezuela sebagai cara untuk membatasi pengaruh perusahaan China dan Rusia di kawasan tersebut. 

Shell Plc, BP Plc, Repsol SA asal Spanyol, dan Eni SpA asal Italia juga diperkirakan akan menandatangani kesepakatan, sebagaimana disampaikan Rodríguez awal pekan ini di televisi pemerintah Venezuela.

Pengumuman-pengumuman ini terpisah dari rencana yang diumumkan Trump pada Jumat mengenai langkah AS untuk mengambil alih kendali atas 65 miliar barel cadangan minyak Venezuela melalui kemitraan dengan perusahaan yang dikelola oleh pengusaha energi kontroversial bernama Alejandro Betancourt.

Rencana tersebut merupakan bentuk intervensi modern yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap perekonomian negara yang pernah disebut Trump sebagai negara bagian ke-51 AS.

Menurut para pejabat AS, langkah ini akan menciptakan perusahaan minyak swasta terbesar kedua di dunia berdasarkan jumlah cadangan, mengamankan pasokan minyak bumi Amerika untuk beberapa dekade mendatang, serta memungkinkan AS mengisi kembali Cadangan Minyak Strategisnya yang telah menipis.

"Masa depan yang sangat besar menanti seiring mengalirnya investasi dalam jumlah besar ke negara ini," kata Wright. "Apa lagi yang bisa lebih meyakinkan mengenai iklim bisnis yang baik selain kemitraan antara Amerika Serikat dan pemerintah yang berkuasa di Venezuela?"

Para analis dan pihak lain mengatakan kecil kemungkinan perusahaan-perusahaan dapat meningkatkan produksi minyak mentah Venezuela dengan cukup cepat untuk menurunkan harga bensin AS dalam beberapa bulan ke depan.

Meski negara ini memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, ladang-ladang minyaknya telah mengalami kerusakan parah setelah bertahun-tahun kurangnya investasi dan dipenuhi oleh pompa yang rusak, pipa yang bocor, serta pasokan listrik yang tidak stabil. 

Meski produksi minyak mentah Venezuela telah meningkat tahun ini, negara tersebut hanya memompa 1,16 juta barel per hari pada Juli, menurut survei Bloomberg. Jumlah tersebut kurang dari setengah jumlah yang diproduksi satu dekade lalu.

Para pakar industri mengatakan bahwa dibutuhkan waktu lebih dari satu dekade untuk memulihkan produksi ke tingkat sekitar 3 juta barel per hari yang pernah diproduksi Venezuela sebelum industri minyaknya mengalami kemerosotan yang berlangsung selama beberapa dekade.

(bbn)

No more pages