Logo Bloomberg Technoz

Saat Trump Mengulang Era Neokolonial di Industri Minyak Venezuela

News
31 August 2026 11:50

Sebuah patung tangan yang memegang sumur minyak di luar kantor pusat Petroleos de Venezuela SA di Caracas, Venezuela./Bloomberg-Matias Delacroix
Sebuah patung tangan yang memegang sumur minyak di luar kantor pusat Petroleos de Venezuela SA di Caracas, Venezuela./Bloomberg-Matias Delacroix

Kevin Crowley and Patricia Garip - Bloomberg News

Bloomberg, Rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengambil alih kendali langsung atas cadangan minyak Venezuela memicu peringatan bahwa negara Amerika Latin tersebut akan berubah menjadi koloni sumber daya modern.

Hal itu mirip dengan apa yang disebut sebagai "Republik Pisang" (Banana Republic) seabad yang lalu;  sebuah situasi yang dapat menimbulkan risiko jangka panjang bagi perusahaan-perusahaan minyak yang beroperasi di Venezuela.


Pada Jumat (28/8/2026) malam, Trump menyatakan kesepakatan telah dicapai dengan Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, di mana AS akan menguasai lebih dari 65 miliar barel minyak "melalui kemitraan dengan sektor swasta."

Meskipun perincian lebih lanjut masih minim, rencana ini tergolong mencengangkan dari segi skala dan ambisinya.