Tahan Harga Pertamax September, Beban Pertamina Disebut Rp390 M
Azura Yumna Ramadani Purnama
02 September 2026 10:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom meramal PT Pertamina (Persero) bakal menanggung beban sekitar Rp390 miliar per bulan, gegara menahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi RON 92 atau Pertamax di level Rp15.950/liter atau di bawah nilai keekonomiannya.
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet memproyeksikan harga keekonomian Pertamax semestinya sudah berada di kisaran Rp16.700—Rp16.800/liter, sehingga terdapat selisih sekitar Rp750—Rp900/liter antara harga jual dengan nilai keekonomiannya.
Dia mencatat volume konsumsi Pertamax berada di sekitar 17.000 hingga 18.000 kiloliter (kl) per hari.
Walhasil, selisih harga tersebut setara dengan beban sekitar Rp390 miliar per bulan atau setara Rp4,7 triliun jika berlangsung selama satu tahun.
“Selisih tersebut setara dengan beban sekitar Rp390 miliar per bulan. Jika berlangsung selama satu tahun, nilainya bisa mendekati Rp4,7 triliun. Ini bukan subsidi yang secara langsung dibayar APBN karena Pertamax merupakan Jenis Bahan Bakar Umum [JBU],” kata Yusuf ketika dihubungi, Rabu (2/9/2026).




























