Logo Bloomberg Technoz

Harga Pertamax September Ditahan, Keputusan Tepat atau Nekat?

Azura Yumna Ramadani Purnama
02 September 2026 09:00

Petugas bekerja di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang-Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas bekerja di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang-Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom memprediksi langkah PT Pertamina Patra Niaga (PPN) menahan haga Pertamax pada periode penyesuaian September 2026 dilakukan demi mencegah migrasi lebih lanjut dari bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ke Pertalite.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet memandang sebenarnya langkah tersebut tepat dilakukan guna menghindari kerugian yang lebih dalam akibat risiko migrasi konsumsi dari Jenis BBM Umum (JBU) ke Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP).

Tanpa kebijakan tersebut, dia memperkirakan kerugian yang dipikul Pertamina jika terjadi migrasi konsumsi dari Pertamax ke Pertalite dapat mencapai Rp27 miliar per hari.


Nilai tersebut setara dengan hampir Rp10 triliun dalam setahun, dengan asumsi terdapat 9.800 kiloliter (kl) konsumsi Pertamax yang berpindah ke Pertalite.

Antrean pengendara sepeda motor saat mengisi BBM disalah satu SPBU Pertamina. Jakarta, Rabu (19/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Walakin, dengan menahan harga Pertamax, Yusuf tidak menampik Pertamina tetap berisiko menanggung beban sekitar Rp390 miliar per bulan atau setara Rp4,7 triliun jika berlangsung selama satu tahun.

Artikel Terkait