Industri Alas Kaki Kontraksi, Pemerintah Andalkan IEU-CEPA
Muhammad Fikri
31 August 2026 15:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melihat sejumlah tantangan masih membayangi kinerja industri manufaktur, mulai dari melemahnya permintaan hingga ketidakpastian pasar ekspor.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah mengandalkan peluang pasar baru melalui implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) serta kebijakan insentif untuk mendorong permintaan industri.
Staf Khusus Menteri Perindustrian sekaligus Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief mengatakan industri saat ini masih menahan sebagian produknya di gudang karena menunggu perkembangan pasar, baik domestik maupun ekspor. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi meski produksi industri masih berada dalam level ekspansi.
“Industri masih menahan produknya di gudang. Belum mau melepas barangnya di pasar karena ingin melihat bagaimana perkembangan atau dinamika di pasar dan terutama bagaimana apakah ada sesuatu hal yang baru yang bisa meningkatkan demand di pasar, misalnya soal insentif dari pemerintah,” kata Febri dalam konferensi pers Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026, Senin (31/8/2026).
Berdasarkan data Kemenperin, variabel produksi dalam pembentuk IKI Agustus 2026 justru meningkat 0,55 poin menjadi 55,10. Sementara variabel pesanan baru melambat 0,67 poin menjadi 53,13 dan persediaan produk turun 3,16 poin menjadi 46,02 atau masuk zona kontraksi.































