Logo Bloomberg Technoz

Apple 'Telanjangi' Mantan Karyawan yang Diduga Curi Data Rahasia

Redaksi
01 September 2026 15:55

Suasana Apple Store di Washington DC. (Kent Nishimura/Bloomberg)
Suasana Apple Store di Washington DC. (Kent Nishimura/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, JakartaApple mengeklaim menemukan bukti baru yang disebut sebagai shocking evidence dalam gugatan terhadap OpenAI terkait dugaan pencurian rahasia dagang perusahaan oleh mantan karyawannya.

Bukti tersebut muncul setelah kuasa hukum Chang Liu, mantan karyawan Apple yang kini bekerja di OpenAI menyerahkan laptop kerja milik Liu saat masih bekerja di Apple untuk diperiksa.

Apple mengatakan, pemeriksaan perangkat tersebut menunjukkan adanya penggunaan informasi rahasia perusahaan dalam pekerjaan Liu di OpenAI, berdasarkan dokumen terbaru yang dipublisikan, dikutip Selasa (1/9/2026), sebagaimana pula dilaporkan TechCrunch.

Dalam pengajuan terbaru ke pengadilan, Apple menyangka Liu menggunakan circuit schematic Apple yang bersifat rahasia dalam pekerjaannya di OpenAI. Apple selanjutnya menuding Liu menggunakan sebuah perangkat yang memiliki nama sama dengan aplikasi teknik internal milik Apple.

“MacBook tersebut merepresentasikan informasi yang sangat terbatas yang sejauh ini diberikan oleh Para Tergugat (dan itu pun baru disampaikan setelah berminggu-minggu mengalami penundaan),” tulis Apple dalam dokumen pengadilan.

“Hal ini menunjukkan bahwa Apple tidak sedang melakukan fishing expeditions atau mencari-cari bukti tanpa dasar, melainkan bahwa rahasia dagangnya telah digunakan dan bukti-bukti sedang dihancurkan.”

Apple juga menuduh Liu berusaha menghilangkan bukti setelah mengetahui dirinya sedang diselidiki pada Juni lalu. Menurut perusahaan, Liu meminta bantuan rekannya di OpenAI, Yu-Ting Peng, untuk menghancurkan bukti.

Sejumlah dokumen sebelumnya yang diajukan Apple memuat pesan teks Liu. Dalam pesan tersebut, Liu disebut menyadari bahwa dirinya masih memiliki akses terhadap sejumlah berkas Apple, bahkan setelah tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut.

OpenAI sebelumnya membantah tuduhan bahwa Liu menggunakan akses tersebut untuk kepentingan perusahaan. OpenAI mengatakan Liu mengakses berkas Apple setelah meninggalkan perusahaan hanya untuk membantu mantan koleganya yang meminta bantuan.

“Apple kini mencoba mengalihkan kesalahan dengan menyebut adanya akses yang tersisa, tetapi mereka juga tidak mengungkapkan bahwa hal ini merupakan masalah umum di Apple yang disebabkan oleh kegagalan perusahaan dalam mengelola akses sistem dengan baik ketika seseorang meninggalkan perusahaan,” tulis OpenAI dalam unggahan blog pada awal Agustus.

Namun, Apple memiliki versi berbeda dan menyebut Liu masih dapat mengakses sistem internal bukan semata karena akses lama yang belum dicabut, melainkan karena ia mengeksploitasi celah autentikasi yang jarang terjadi dan sebelumnya tidak diketahui.

Apple kini meminta pengadilan menerbitkan preliminary injunction atau perintah sementara yang dapat menghentikan OpenAI mengembangkan perangkat keras berbasis teknologi Apple selama proses gugatan berlangsung.

Perusahaan juga meminta expedited discovery, yakni proses pengumpulan bukti yang dipercepat. Apple beralasan langkah tersebut diperlukan karena dugaan pelanggaran mungkin tidak hanya melibatkan Liu, tetapi juga mantan karyawan Apple lainnya. Dalam gugatan awalnya, Apple menyebut lebih dari 400 mantan karyawannya kini bekerja di OpenAI.