Logo Bloomberg Technoz

Inflasi Agustus Tembus 3,19%, 3 Kelompok Pengeluaran Kompak Naik

Redaksi
01 September 2026 11:16

Inflasi April 2,42% secara tahunan, makanan dan emas perhiasan sumbang inflasi terbesar (Diolah)
Inflasi April 2,42% secara tahunan, makanan dan emas perhiasan sumbang inflasi terbesar (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Agustus 2026 tercatat 3,19% secara tahunan (year-on-year/yoy). Artinya, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 108,51 pada Agustus 2025 menjadi 111,97 pada Agustus 2026.

Angka ini lebih tinggi dibanding proyeksi konsensus yang memperkirakan inflasi Agustus 2026 hanya akan berada di level 3,11% (yoy). Angka itu juga lebih tinggi ketimbang realisasi inflasi pada Juli yang sebesar 2,88%.

Berdasarkan data BPS, IHK pada Agustus mengalami inflasi secara bulanan terhadap Juli 2026, yakni 0,21%. Sementara itu, inflasi dalam perhitungan tahun kalender (year-to-date/ytd) tercatat sebesar 1,86%.


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebutkan, berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan utamanya didorong oleh tiga kelompok, yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 3,86% dan memberi andil inflasi 1,13%.

"Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau terutama daging ayam ras, ikan segar, minyak goreng, beras, sigaret kretek mesin, cabai rawit, daging sapi, dan sigaret kretek tangan, sigaret putih mesin, dan cabai merah,” kata Ateng dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).