Logo Bloomberg Technoz

“Ketidakpastian global tersebut dapat mengganggu rantai pasok dunia dan mendorong sejumlah negara menerapkan kebijakan yang lebih berorientasi ke dalam negeri, sehingga menekan kinerja ekspor Indonesia,” katanya. 

Faisal bilang, meski perdagangan global semikonduktor dan cip terkait AI terus berkembang, keterlibatan Indonesia yang masih terbatas dalam rantai pasok bernilai tambah tinggi tersebut membuat manfaat langsung terhadap ekspor kemungkinan tetap terbatas.

Oleh karena itu, Faisal juga  memperkirakan defisit transaksi berjalan (CAD) akan melebar pada 2026 menjadi 2,49% dari PDB pada 2026, dari 0,09% dari PDB pada 2025.

Senada Lead Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz juga menyebut bahwa surplus tipis Indonesia pada bulan ini masih rentan bagi neraca dagang nasional.

“Kondisi dasarnya masih kurang nyaman, dengan pertumbuhan impor mencapai 27,0% yoy, jauh di atas pertumbuhan ekspor sebesar 6,1% yoy. Hal ini mencerminkan semakin tingginya ketergantungan siklus pertumbuhan saat ini terhadap impor,” kata Irman dalam keterangan tertulisnya yang diperoleh Bloomberg Technoz, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya saat ini penurunan harga minyak memang bisa memberi sedikit ruang bagi neraca dagang Indonesia, tetapi tingginya impor terkait investasi membuat penyangga perdagangan tetap tipis.

Menurutnya, pertumbuhan impor secara konsisten melampaui ekspor sepanjang tahun ini, menunjukkan bahwa sebagian siklus investasi saat ini masih dipenuhi melalui impor mesin, peralatan, dan input produksi. Kondisi ini membuat neraca eksternal semakin sensitif terhadap harga minyak dan kuat-lemahnya penerimaan ekspor komoditas.

Ia memperkirakan harga komoditas dapat memberikan dukungan jangka pendek terhadap ekspor, tetapi tingginya impor barang modal dan barang antara kemungkinan akan terus berlanjut seiring siklus investasi.

“Dengan demikian, penyangga perdagangan Indonesia diperkirakan tetap jauh lebih tipis dibandingkan periode kenaikan harga komoditas sebelumnya, sejalan dengan perkiraan kami bahwa defisit transaksi berjalan akan melebar menjadi sekitar 1,5% dari PDB pada 2026,” katanya.

(ell)

No more pages