Logo Bloomberg Technoz

Inflasi Agustus Tembus 3,19%, BI Soroti Harga Pangan Bergejolak

Pramesti Regita Cindy
01 September 2026 19:20

Pelaksana tugas Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti saat rapat KSSK di Jakarta, Indonesia, Senin (3/8/2026). (Dimas Ardian/Bloomberg)
Pelaksana tugas Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti saat rapat KSSK di Jakarta, Indonesia, Senin (3/8/2026). (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti angkat bicara perihal inflasi pada Agustus 2026 tercatat 3,19% secara tahunan (year-on-year/yoy), dan naik dari 2,88% yoy pada Juli 2026.  

Namun, secara bulanan, inflasi tercatat sebesar 0,21% pada Agustus 2026. Kondisi ini berbalik dari Juli 2026 yang mencatat deflasi sebesar 0,14% mtm.

Menurut Destry kenaikan inflasi utamanya dipicu oleh kelompok pangan bergejolak atau volatile food. Sebagai catatan saja, volatile food pada Agustus 2026 mencapai 4,06% yoy, melonjak dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 2,52% yoy.


"Volatile food inflation-nya lagi naik. Nah makanya memang kan BI bersama-sama dengan pemerintah daerah dan pemerintah Pusat, kita juga menangani program untuk pengendalian inflasi pangan," jelas Destry kepada awak media di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/9/2026). 

Sementara itu, Destry menyoroti bahwa inflasi inti atau core inflation masih berada dalam kondisi stabil. Untuk diketahui, inflasi inti pada Agustus 2026 tercatat 2,92% yoy, naik dari 2,76% yoy pada Juli 2026.