Logo Bloomberg Technoz

Risiko Dominasi Kepemilikan SBN oleh BI yang Tembus Rp1.900 T

Redaksi
01 September 2026 08:28

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan Bank Indonesia (BI) menjadi pemegang tunggal terbesar atas Surat Berharga Negara (SBN) yang dapat diperdagangkan, meski tidak menguasai mayoritas pasar. 

Berdasarkan data terbaru Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu per 27 Agustus 2026, total SBN rupiah yang dapat diperdagangkan tercatat sekitar Rp6.976 triliun.

Dari jumlah itu, kepemilikan bruto BI diketahui mencapai Rp1.732 triliun atau 24,84%, sedangkan berdasarkan pencatatan bersih posisi BI sekitar Rp1.899 triliun atau 27,23%. Persentase ini tercatat menjadi yang terbesar dibanding kepemilikan perbankan yang hanya memegang sekitar 16,41%. Sekitar Rp191,1 triliun SBN juga terkait dengan operasi moneter BI bersama perbankan.


Sementara itu, institusi asuransi dan dana pensiun memegang SBN dengan porsi 20,60%, reksa dana hanya 3,59%, dan investor nonresiden 12,99%. Kemudian, individu 8,43%, serta kelompok lainnya 10,65%. Dari jumlah ini, secara agregat, investor non-bank memegang 56,29%.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai BI menjadi pemegang institusional tunggal terbesar dan berperan sangat besar sebagai penyangga pasar SBN.