Logo Bloomberg Technoz

Perang Iran Ubah Peta Energi Global: Energi Hijau Makin Diminati

News
31 August 2026 16:00

Turbin di Rio Vista, California. (David Paul Morris/Bloomberg)
Turbin di Rio Vista, California. (David Paul Morris/Bloomberg)

Coco Liu dan Emma Court - Bloomberg News

Bloomberg, Enam bulan setelah serangan AS-Israel mengganggu produksi bahan bakar fosil di Timur Tengah dan mengubah Selat Hormuz menjadi medan pertempuran laut, dunia kini mulai mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai bagaimana perang Iran telah mengubah lanskap ekonomi energi.

Sejumlah laporan baru menunjukkan bagaimana konflik ini—dengan melonjaknya harga bahan bakar fosil secara drastis—telah mendorong pemerintah, perusahaan, dan konsumen beralih ke energi terbarukan, serta memunculkan pihak-pihak yang diuntungkan maupun dirugikan secara jelas.


Menurut data dari Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA), organisasi nirlaba yang berbasis di Helsinki, negara-negara pengimpor bahan bakar fosil global telah menanggung biaya tambahan lebih dari US$330 miliar—jumlah yang setara dengan produk domestik bruto Finlandia tahun 2025—sejak perang dimulai pada 28 Februari.

Di sisi lain, kenaikan harga energi justru menjadi keuntungan bagi sejumlah negara penghasil minyak dan gas di luar wilayah konflik.