Logo Bloomberg Technoz

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Mentah Kembali Melonjak

News
01 September 2026 07:00

Kapal-kapal berlabuh di Selat Hormuz, di lepas pantai Bandar Abbas, Iran, pada 10 Agustus. Fotografer: Ali Saeedi/Getty Images via Bloomberg
Kapal-kapal berlabuh di Selat Hormuz, di lepas pantai Bandar Abbas, Iran, pada 10 Agustus. Fotografer: Ali Saeedi/Getty Images via Bloomberg

Kanoko Matsuyama dan Mia Gindis - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak melanjutkan kenaikan setelah melonjak paling besar dalam tiga pekan pada Senin (31/8), menyusul kembali pecahnya permusuhan antara AS dan Iran yang memicu kekhawatiran gangguan berkepanjangan terhadap arus energi melalui Selat Hormuz.

West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di atas US$86 per barel setelah naik 2,8% pada sesi sebelumnya, sementara Brent ditutup mendekati US$90 per barel pada Senin. Pasukan AS menyerang sebuah pulau di Selat Hormuz, sementara Iran membalas dengan melancarkan serangan ke Uni Emirat Arab dan Yordania. Ini merupakan pertukaran serangan pertama antara kedua pihak dalam sekitar sebulan.


Harga minyak mentah hanya mencatat kenaikan tipis pada Agustus setelah melewati bulan yang bergejolak. Harga minyak terpengaruh oleh upaya mengakhiri perang yang berlangsung tidak menentu, termasuk janji AS untuk melumpuhkan perekonomian Iran. Presiden AS Donald Trump menepis kekhawatiran bahwa konflik tersebut menguras kemampuan militer AS dan menyebutnya sebagai “perang kecil”.

“Para pelaku pasar memangkas posisi neto minyak mentah selama sepekan karena ketidakpastian masih berlanjut terkait fase berikutnya dari konflik Iran,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities. “Kami masih memperkirakan harga minyak mentah akan bergerak lebih tinggi karena belum ada tanda-tanda bahwa lalu lintas normal melalui Selat Hormuz akan kembali dalam waktu dekat.”