Logo Bloomberg Technoz

Yield SBN Naik Tembus 7,3%, Purbaya Sebut Dipicu Konflik AS-Iran

Redaksi
04 August 2026 15:20

(Ilustrasi Bond)
(Ilustrasi Bond)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah mengungkapkan imbal hasil Surat Berharga Negara atau yield SBN seri acuan tenor 10 tahun telah meningkat hingga 122 basispoin (bps) ke level 7,29% sepanjang tahun ini sampai 30 Juli 2026 (year-to-date/ytd).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kenaikan imbal hasil itu dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama fluktuasi hubungan antara Amerika Serikat - Iran yang menciptakan ketidakpastian pasar keuangan global dan mendorong kenaikan harga minyak dunia. Pada akhirnya, meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global ke depan.

"Hal ini pada akhirnya memicu risk-off (aksi menarik modal keluar untuk menghindari risiko) investor di pasar SBN," ujar Purbaya seperti dikutip dalam dokumen hasil rapat koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Selasa (4/8/2026).


Berdasarkan data KSSK per 30 Juli 2026, investor nonresiden mencatatkan aksi beli bersih atau net buy Rp6,36 triliun dalam perhitungan satu bulan (month-to-date/mtd) atau Rp13,35 triliun dalam perhitungan tahun kalender (year-to-date/ytd), dengan yield SBN tenor 10 tahun naik 15 bps mtd atau 122 bps ytd ke level 7,29%

Menurut Bendahara Negara, kenaikan yield tenor 10 tahun per 30 Juli 2026 juga dialami oleh beberapa negara berkembang lainnya sejak awal tahun (ytd), di antaranya Turki meningkat 524 bps, Filipina naik 148 bps, Brazil naik 106 bps, Korea Selatan naik 92 bps, Polandia +59 bps, dan Afrika Selatan +55 bps.