Logo Bloomberg Technoz

Saham AS Turun, Dipicu Harga Minyak Naik Akibat Serangan AS-Iran

News
01 September 2026 05:55

Pasar saham AS masih reli meski aktivitas perdagangan relatif sepi. Bloomberg
Pasar saham AS masih reli meski aktivitas perdagangan relatif sepi. Bloomberg

Rita Nazareth -- Bloomberg News

Bloomberg, Meningkatnya risiko geopolitik menyebabkan harga saham dan obligasi di Amerika Serikat (AS) turun, sementara harga minyak naik, sehingga memicu kekhawatiran akan tekanan inflasi yang dapat mendorong bank sentral AS Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga.

Eskalasi ketegangan di Timur Tengah mendorong harga minyak mentah AS mendekati level US$86 per barel. Kenaikan biaya energi ini juga mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah AS atau yield US Treasury tenor 10 tahun ke tingkat tertinggi sejak Januari 2025. Indeks S&P 500 mencatat penurunan tipis dari kenaikan yang sempat dicapainya sepanjang bulan Agustus 2026.


AS dan Iran saling melancarkan serangan untuk pertama kalinya dalam kurun waktu sekitar satu bulan, pasukan AS menyerang pulau di Selat Hormuz, dan Republik Islam tersebut membalas dengan melancarkan serangan terhadap Uni Emirat Arab serta Yordania.

Munculnya kembali permusuhan memupus harapan akan normalisasi lalu lintas di Selat Hormuz. Tingginya harga minyak memperkuat spekulasi mengenai kenaikan suku bunga, terutama setelah Gubernur The Fed, Kevin Warsh, menegaskan kembali komitmennya untuk menurunkan inflasi. Meskipun keputusan akhir sangat bergantung pada data ketenagakerjaan dan inflasi, pasar uang menilai kemungkinan besar akan terjadi kenaikan suku bunga pada bulan September.