Logo Bloomberg Technoz

Sinyal Hawkish The Fed Mulai Terasa di Pasar Surat Utang RI?

Tim Riset Bloomberg Technoz
31 August 2026 13:09

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan yield di pasar surat utang domestik sedikit terpengaruh oleh sinyal hawkish The Fed. Namun hanya sebagian tenor yang tercatat naik, sebagian lainnya masih mampu bertahan dengan penurunan yield

Melansir data Bloomberg pada Senin (31/8/2026) pukul 11:20 WIB, yield tenor 6 tahun tercatat naik paling tajam 4,1 basis poin (bps) ke 6,92%. Sementara, yield tenor 1 tahun juga naik 4 bps menjadi 6,78%. Untuk tenor 4 dan 5 tahun, yield tercatat naik 3,2 dan 3,5 bps masing-masing ke 6,86%. 

Sementara, tenor acuan 10 tahun ikut terkerek naik 1,2 bps ke 7,01%. Begitu juga tenor 8 dan 9 tahun naik 3 dan 2 bps masing-masing ke 7%. 

Pergerakan yield di pasar surat utang domestik pada Senin (31/8/2026). (Bloomberg)

Dari pergerakan yield yang masih terfragmentasi ini, memperlihatkan respons investor yang belum sepenuhnya mencerna sinyal hawkish The Fed. Hal ini terlihat dari perbedaan yield antara surat utang pemerintah dan yield US Treasury.

Untuk diketahui, yield US Treasury tercatat naik 9,1 bps ke 4,32%. Setelah pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole, sepertinya perlaku pasar mulai melakukan repricing yang cukup agresif di pasar surat utang Amerika Serikat (AS).