Utang Luar Negeri Naik, SBN dan SRBI Jadi Penyumbang Utama
Redaksi
18 August 2026 16:22

Bloomberg Technoz, Jakarta - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kembali meningkat pada kuartal II-2026, yang disumbang oleh pembiayaan publik. Sementara, sektor swasta terlihat belum sepenuhnya berani meningkatkan pinjaman di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Melansir data Bank Indonesia (BI), posisi utang luar negeri pada kuartal kedua naik 4,4%, mencapai US$453,4 miliar. Kenaikan ini berasal dari utang pemerintah dan bank sentral (pembiayaan publik).
Utang luar negeri pemerintah tumbuh US$1,62 miliar setara dengan 2,9% menjadi US$216,29 miliar, sementara sektor swasta masih terkontraksi 0,6% berada di US$194,6 miliar, meski lebih baik dari kontraksi kuartal sebelumnya 1,3% secara tahunan.
Pertumbuhan ini bukan berasal dari pinjaman (loan) bilateral atau multilateral, tapi datang dari Surat Berharga Negara (SBN) alias securities. Pinjaman atau loan tersebut justru menyusut sekitar US$230 juta, menjadi US$70,84 miliar pada Juni dari US$71,07 miliar pada posisi bulan Maret.
Sebaliknya, porsi utang berbentuk debt securities alias SBN justru naik sebesar US$1,85 miliar, menjadi US$145,45 miliar dari posisi kuartal sebelumnya US$143,6 miliar.





























