Logo Bloomberg Technoz

Krisis Bahan Bakar Rusia Diyakini Tak Ganggu Rencana Impor RI

Sabrina Mulia Rhamadanty
28 August 2026 11:50

Daya rusak akibat perang Rusia-Ukrain. Dok: Andrew Kravchenko/Bloomberg
Daya rusak akibat perang Rusia-Ukrain. Dok: Andrew Kravchenko/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti memproyeksi risiko gangguan impor minyak mentah dari Rusia oleh Indonesia tergolong minim di tengah bahan bakar di Negeri Beruang Merah akibat konflik yang kembali bergejolak dengan Ukraina.

Hal itu terjadi karena serangan Ukraina menyasar kilang pengolahan, bukan fasilitas penyimpanan minyak mentah.

Sementara itu, kesepakatan impor Indonesia dengan Rusia melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) berfokus pada pasokan minyak mentah.


“Kecil resikonya, karena yang diserang kilang pengolahan bukan penyimpanan minyak mentah atau sumber minyaknya. Sementara itu, kalau kita lihat, kesepakatan Indonesia justru fokus untuk impor minyak mentah dari Rusia lewat Lemigas,” ungkap Yayan saat dihubungi Jumat (28/8/2026).

Yayan menegaskan ketersediaan komoditas minyak mentah dari Rusia berada pada posisi yang relatif aman. Menurutnya, pemerintah dan pihak terkait hanya perlu memitigasi kelancaran proses pengapalan serta kepastian mekanisme pembayaran antarnegara.