Logo Bloomberg Technoz

Negosiasi Buntu, Rusia Siapkan Eskalasi Serangan ke Ukraina

News
27 August 2026 14:30

Petugas penyelamat berada di apartemen yang runtuh setelah serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, Senin (6/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Petugas penyelamat berada di apartemen yang runtuh setelah serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, Senin (6/7/2026). (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Bloomberg News 

Bloomberg, Rusia bersiap meningkatkan serangan terhadap Ukraina setelah menyimpulkan bahwa perundingan untuk mencapai kesepakatan damai telah menemui jalan buntu, menurut tiga orang yang dekat dengan Kremlin.

Untuk saat ini, Rusia mempertimbangkan peningkatan serangan menggunakan rudal balistik konvensional berkekuatan besar ke Kyiv, termasuk pusat ibu kota, serta menargetkan infrastruktur di kota-kota Ukraina lainnya, kata sumber-sumber tersebut. Mereka meminta identitasnya dirahasiakan karena masalah ini sensitif.


Kerangka perundingan pada dasarnya telah runtuh, membuat kedua pihak yang berperang kembali ke titik awal, kata sumber-sumber tersebut. Putin tidak akan mengakhiri perang hanya karena tekanan ekonomi dari sanksi dan serangan Ukraina terhadap kilang minyak serta jaringan logistik Rusia, tambah mereka.

Moskow semakin memandang serangan Ukraina sebagai serangan yang dilakukan negara-negara NATO karena anggota aliansi tersebut memasok senjata dan informasi intelijen kepada Kyiv, kata sumber-sumber tersebut. Menurut mereka, fase permusuhan saat ini belum mencapai puncak eskalasi militer.