Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Menguat 1,81%, Terbaik di Bursa Asia

Muhammad Julian Fadli
27 August 2026 18:04

Karyawan memfoto layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memfoto layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan hari ini, Kamis (27/8/2026), dengan mencatat penguatan yang amat optimistis. Indeks Komposit ditutup menguat 1,81% di posisi 6.521.

Dengan melesatnya posisi tersebut, IHSG mencatat kenaikan tertinggi nomor satu di Bursa Asia, berdasarkan data Bloomberg, bersanding dengan Shenzhen Comp. (China) yang melejit 1,72%, KOSPI (Korea Selatan) 1,53%, KOSDAQ (Korea Selatan) 1,31%, Shanghai Comp. (China) 1,13%, CSI 300 (China) 0,86%, TAIEX (Taiwan) 0,31%, dan TOPIX (Jepang) yang menguat 0,15%.

IHSG Penutupan Sesi II pada Kamis 27 Agustus 2026 (Bloomberg)

IHSG memang sudah memperlihatkan tanda–tanda penguatan sejak pagi tadi dengan keberhasilan menutup hari di level tertinggi 6.521. Adapun level terendah 6.376.


Volume transaksi tercatat mencapai 36,76 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp13,69 triliun, dan frekuensi yang terjadi sebanyak 1,97 juta kali diperjualbelikan. Adapun sebanyak 553 saham menguat, dan hanya 96 saham melemah. Sedang lainnya 138 saham tidak bergerak.

Penyebab IHSG Menguat

Sejumlah saham menjadi pendorong penguatan IHSG pada perdagangan hari ini. Saham–saham perindustrian, saham konsumen non primer, dan saham kesehatan mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing menguat mencapai 3,94%, 3,79% dan 3,75%.