Logo Bloomberg Technoz

Ramalan Rupiah Tahun Ini Sampai Tahun Depan, Bisa Rp18.000/US$?

Tim Riset Bloomberg Technoz
24 August 2026 16:41

Pengunjung menukarkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung menukarkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perjalanan rupiah menuju penguatan hingga kembali ke level Rp16.000/US$ sepertinya tak akan mulus. Konsensus yang dihimpun Bloomberg per Senin (24/8/2026) menghasilkan median estimasi Rp17.850/US$ pada kuartal ketiga tahun ini. 

Rupiah diperkirakan masih berpotensi menguat secara perlahan pada kuartal keempat ke level Rp17.775/US$, lalu ke posisi Rp17.713/US$ pada kuartal pertama 2027. Sementara itu, median proyeksi konsensus berada di Rp17.500/US$ untuk sepanjang 2027.

Artinya, rupiah masih belum akan kembali ke level Rp16.600/US$ seperti posisi akhir 2025. Apalagi mencapai Rp16.500/US$ sebagaimana asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.


Meski konsensus memperkirakan rupiah secara umum menguat, tetapi selisih proyeksi antara analis dan ekonom yang optimistis dan pesimistis sangat lebar. Untuk 2027, misalnya, proyeksi rupiah berada di rentang Rp16.300/US$ hingga Rp18.500/US$. 

Proyeksi arah rupiah berdasarkan konsensus yang dihimpun Bloomberg per 24 Agustus 2026. (Bloomberg)

Lebarnya rentang proyeksi ini menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya yakin mengenai arah rupiah. Wajar saja, walaupun sentimen domestik sedikit membaik dan memberi dukungan terhadap arah rupiah, tetapi faktor eksternal, terutama dolar AS, yield US Treasury, kebijakan suku bunga The Fed, serta perkembangan geopolitik yang penuh ketidakpastian masih membayangi arah mata uang Garuda.