Insentif Molis Berubah-ubah, Konsumen Dibayangi Ketidakpastian
Sabrina Mulia Rhamadanty
24 August 2026 13:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perubahan nilai insentif pembelian sepeda motor listrik menjadi sebesar Rp3 juta—dari yang semula direncanakan Rp5 juta— oleh pemerintah dinilai memicu kebingungan bagi pelaku industri maupun calon pembeli.
Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu mengatakan dinamika ini berpotensi menciptakan iklim pasar yang kurang kondusif.
“Masalahnya ada di komunikasi bantuan dan besar insentif yang berganti-ganti. Inilah yang sebenarnya yang justru jadi memperbesar ketidakpastian di kalangan konsumen dan industri,” ungkap Yannes saat dihubungi, Senin (24/8/2026).
Yannes memahami penetapan target kuota yang dipangkas menjadi Rp3 juta per unit ini mencerminkan penyesuaian strategi fiskal pemerintah. Yannes menjelaskan bahwa kebijakan pengurangan kuota insentif tersebut bukan disebabkan oleh ketidakmampuan anggaran negara, melainkan bentuk efisiensi alokasi dana agar sesuai dengan daya serap pasar yang ada.
“Alasan ekonomi di balik pemangkasan lebih pada realisme analisis potensi serapan pasar dan prioritas fiskal ya, bukan karena negara sama sekali tidak mampu,” ungkapnya.
































