Logo Bloomberg Technoz

Rantang proyeksi yang cukup lebar juga tak cuma terjadi tahun depan. Rentang estimasi analis dan ekonom untuk kuartal ketiga berada di Rp18.200/US$ sementara proyeksi terkuat berada di Rp17.500/US$. 

Dengan adanya selisih yang cukup lebar antara skenario paling bearish dan bullish mengindikasikan rupiah masih berpotensi menghadapi tekanan meski arahnya lebih positif dibanding kondisi kuartal kedua tahun ini.

Penopang rupiah kuartal ini datang dari dukungan membaiknya sentimen terhadap aset domestik, stabilitas kebijakan Bank Indonesia (BI), potensi arus masuk modal ke pasar surat utang, juga adanya ekspektasi pelemahan dolar AS secara global. Bahkan dolar AS sempat mencapai level terendah dalam tiga bulan terhadap euro setelah pelaku pasar mempertanyakan efektivitas program buyback Treasury yang dilakukan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent. 

Namun, di sisi lain, yield UST Treasury masih bertahan tinggi dan ketidakpastian kebijakan ekonomi AS masih jadi salah satu risiko bagi rupiah. Total utang pemerintah AS yang mencapai US$40,07 triliun mendorong sentimen bearish di pasar obligasi AS, dan mendorong kenaikan yield US Treasury untuk tenor 10 tahun naik ke 4,7% dan tenor 30 tahun ke 5,24%. 

Meski demikian, dalam jangka pendek penguatan rupiah juga diperkirakan masih akan tertopang oleh pemangkasan frekuensi lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi dua pekan sekali. Alhasil, sejumlah investor mengalihkan investasinya dari SRBI ke pasar surat utang domestik. 

Berikut skenario rupiah yang dirangkum dari konsensus yang dihimpun Bloomberg untuk 2027: 

Skenario Bullish. Penguatan rupiah di rentang: Rp16.600-17.000/US$. Dengan sejumlah prasyarat, jika:

  • Pelemahan dolar AS terjadi secara persisten
  • Yield US Treasury bergerak turun
  • Risiko geopolitik mereda, dengan tercapainya kesepakatan antara AS-Iran
  • Harga minyak kembali turun, sesuai asumsi makro APBN
  • Arus modal masuk berlanjut dan terus meningkat
  • Stabilitas kebijakan BI dan fiskal semakin dipercaya pelaku pasar.

Skenario Konsensus. Skenario ini memposisikan rupiah berada di rentang Rp17.500-17.850/US$. Rupiah diperkirakan masih akan berfluktuasi di sekitar Rp17.700-17.800/US$ pada sisa akhir tahun ini, sebelum perlahan menguat pada 2027.

Skenario Bearish. Dengan skenario pergerakan rupiah di rentang: Rp18.200-18.700/US$. Berpotensi terjadi apabila:

  • Harga minyak kembali melonjak
  • Adanya eskalasi konflik Timur Tengah yang berkepanjangan
  • Yield UST Treasury naik
  • Sikap The Fed semakin hawkish
  • Kenaikan dolar AS
  • Arus keluar modal asing dari pasar keuangan RI.

(dsp/aji)

No more pages