Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Turun, Rupiah Berpeluang Menguat Hari Ini

Tim Riset Bloomberg Technoz
24 August 2026 08:17

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah di pasar spot diperkirakan masih mampu mempertahankan penguatannya hari ini, tertopang sentimen turunnya harga minyak yang terpangkas 1,19% ke US$93,27/barel, serta penguatan sebagian besar mata uang kawasan yang pagi ini menghijau.

Melansir data Bloomberg dari pasar yang sudah buka, won Korea Selatan menguat paling tajam 0,26%, disusul baht Thailand, yen Jepang, dan ringgit Malaysia. Sementara, yuan China, dolar Singapura dan dolar Hong Kong menguat lebih terbatas. 

Mata uang Asia (Bloomberg)

Meski begitu, pergerakan rupiah di pasar luar negeri sedikit tertekan, meski pelemahannya telah terpangkas dari sebelumnya 0,18% menjadi 0,05% dan berada di posisi Rp17.712/US$ pada pukul 07.47 WIB. 


Namun, pergerakan harga minyak yang kembali jinak dan berada di level US$93/barel setelah meguat sekitar 13% dalam dua pekan terakhir, menjadi katalis positif bagi mata uang Asia, termasuk rupiah. 

Pelemahan harga minyak diperkirakan menjadi katalis positif karena meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan beban impor energi.