Logo Bloomberg Technoz

Sampah Botol Plastik yang Kembali Berguna di Tangan Warga

Andrean Kristianto
21 August 2026 18:36

Warga menyelesaikan pembuatan sapu berbahan sampah botol plastik di Petukangan Utara, Jakarta, Rabu (19/8/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga menyelesaikan pembuatan sapu berbahan sampah botol plastik di Petukangan Utara, Jakarta, Rabu (19/8/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Dengan peralatan sederhana dan modal awal sekitar Rp 2 juta, warga mengubah sampah menjadi barang rumah tangga yang memiliki nilai jual.

Dengan peralatan sederhana dan modal awal sekitar Rp 2 juta, warga mengubah sampah menjadi barang rumah tangga yang memiliki nilai jual.

Para warga tersebut mengubah sampah botol plastik menjadi sapu. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Para warga tersebut mengubah sampah botol plastik menjadi sapu. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga menyelesaikan pembuatan sapu berbahan sampah botol plastik di Petukangan Utara, Jakarta, Rabu (19/8/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga menyelesaikan pembuatan sapu berbahan sampah botol plastik di Petukangan Utara, Jakarta, Rabu (19/8/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

kegiatan itu tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga membuka peluang penghasilan tambahan bagi warga. (Bloomberg Technoz/Andre)

kegiatan itu tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga membuka peluang penghasilan tambahan bagi warga. (Bloomberg Technoz/Andre)

Sampah botol plastik menjadi batang menyerupai lidi sepanjang sekitar 70 sentimeter. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sampah botol plastik menjadi batang menyerupai lidi sepanjang sekitar 70 sentimeter. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Dalam sehari, warga mampu memproduksi hingga 10 sapu berbahan sampah botol plastik. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Dalam sehari, warga mampu memproduksi hingga 10 sapu berbahan sampah botol plastik. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Hasil produksinya mereka jual salah satunya melalui platform belanja daring. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Hasil produksinya mereka jual salah satunya melalui platform belanja daring. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Produk yang dihasilkan kemudian dijual seharga Rp 35.000 untuk ukuran besar dan Rp 25.000 untuk ukuran kecil. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Produk yang dihasilkan kemudian dijual seharga Rp 35.000 untuk ukuran besar dan Rp 25.000 untuk ukuran kecil. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga menyelesaikan pembuatan sapu berbahan sampah botol plastik di Petukangan Utara, Jakarta, Rabu (19/8/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Dengan peralatan sederhana dan modal awal sekitar Rp 2 juta, warga mengubah sampah menjadi barang rumah tangga yang memiliki nilai jual.
Para warga tersebut mengubah sampah botol plastik menjadi sapu. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga menyelesaikan pembuatan sapu berbahan sampah botol plastik di Petukangan Utara, Jakarta, Rabu (19/8/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
kegiatan itu tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga membuka peluang penghasilan tambahan bagi warga. (Bloomberg Technoz/Andre)
Sampah botol plastik menjadi batang menyerupai lidi sepanjang sekitar 70 sentimeter. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Dalam sehari, warga mampu memproduksi hingga 10 sapu berbahan sampah botol plastik. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Hasil produksinya mereka jual salah satunya melalui platform belanja daring. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Produk yang dihasilkan kemudian dijual seharga Rp 35.000 untuk ukuran besar dan Rp 25.000 untuk ukuran kecil. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di pos siskamling RT 005/RW 002, Petukangan Utara, Jakarta Selatan, botol-botol plastik bekas dikumpulkan dan diolah menjadi sapu lidi. Dengan peralatan sederhana dan modal awal sekitar Rp 2 juta, warga mengubah sampah yang sebelumnya tidak terpakai menjadi barang rumah tangga yang memiliki nilai jual.

Botol terlebih dahulu diratakan dengan udara panas dari mesin pengering rambut. Setelah itu, botol dipotong hingga membentuk lembaran panjang. Potongan tersebut kemudian dipadatkan menggunakan alat yang dibeli warga dan dimodifikasi untuk membantu membentuk plastik menjadi batang menyerupai lidi sepanjang sekitar 70 sentimeter.

Batang-batang tersebut dirangkai menjadi dua jenis sapu. Sapu berukuran besar untuk membersihkan jalan membutuhkan sekitar 150 batang, sedangkan ukuran kecil yang biasa digunakan untuk membersihkan kasur memerlukan 50 batang. Dalam sehari, warga mampu memproduksi hingga 10 sapu.

Ketua RT 005/RW 002 Petukangan Utara, Syaifullah mengatakan bahan baku diperoleh dari warga sekitar yang secara sukarela menyerahkan botol plastik dari rumah mereka. Produk yang dihasilkan kemudian dijual seharga Rp 35.000 untuk ukuran besar dan Rp 25.000 untuk ukuran kecil, baik kepada warga sekitar maupun melalui platform penjualan daring.

"Pasar penjualannya juga cukup luas, ada yang pesan dari Sulawesi, Makassar, terus Jawa Timur juga ada. Dalam satu bulan kami mampu menjual 50 hingga 100 pcs sapu lidi plastik ini," ujar Syaifullah.

Menurut Syaifullah, kegiatan tersebut tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga membuka peluang penghasilan tambahan bagi warga. Ia berharap keterampilan yang tumbuh dari kegiatan ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak sampah yang bisa diolah dan semakin besar manfaatnya bagi masyarakat.

(dre/ain)