Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ditutup di Rp17.712/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
24 August 2026 15:37

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan spot Senin (24/8/2026) dengan pelemahan 0,11% ke Rp17.712/US$, seiring melemahnya sebagian besar mata uang Asia pada sesi siang. 

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) berbalik menguat 0,17% ke 98,96 meski harga minyak relatif stabil dan kembali terpangkas 1,31% ke US$93,15/barel. 

Penguatan pada dolar AS justru terjadi di tengah taruhan bearish terhadap dolar oleh para investor sambil menunggu rincian lebih lanjut mengenai rencana fiskal baru oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent untuk mengatasi biaya pinjaman pemerintah AS yang kini berada di level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. 


Indeks dolar AS diuntungkan oleh sikap pasar yang tengah berhati-hati terhadap rilisnya data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartalan serta data inflasi lewat data Personal Consumption Expenditure (PCE) yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan. 

Di Asia, yen Jepang memimpin pelemahan, disusul rupiah, ringgit Malaysia, peso Filipina, dan dolar Singapura. Sementara, yuan offshore, dolar Taiwan, yuan China, dan rupee India melemah lebih terbatas. Sebaliknya, won Korea Selatan menguat bersama baht Thailand, dan dolar Hong Kong. 

Rupiah dan mata uang Asia pada Senin (24/8/2026). (Bloomberg)