Pemerintah Tambah Personil & Armada Udara di Karhutla Kalimantan
Dovana Hasiana
21 August 2026 14:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Kehutanan mengatakan telah meningkatkan upaya untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, baik melalui darat maupun udara. Hal ini dilakukan usai terjadi peningkatan titik panas atau hotspot dan bertambah pekatnya asap di sejumlah wilayah Kalimantan pada Kamis (20/08/2026).
Dari sisi darat, penanganan di tiga provinsi prioritas di Kalimantan melibatkan sedikitnya 12.880 personel gabungan, terdiri atas 1.410 personel di Kalimantan Barat, 10.700 personel di Kalimantan Tengah, dan 770 personel di Kalimantan Selatan.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi mengatakan petugas itu melakukan pemantauan titik panas atau hotspot dan laporan masyarakat, patroli terpadu, pemeriksaan lapangan, pemadaman darat, pembasahan dan pendinginan, penyekatan area terbakar, serta penjagaan lokasi rawan untuk mencegah munculnya kembali api.
"Unsur yang terlibat meliputi Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Masyarakat Peduli Api, pemerintah daerah, pelaku usaha, relawan, dan masyarakat," ujar Ristianto dalam siaran pers, dikutip Jumat (21/08/2026).
Operasi didukung kendaraan operasional, pompa dan pompa jinjing, selang pemadaman, flexible tank, alat komunikasi, alat pelindung diri, helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing, dan helikopter water bombing. Penguatan satuan tugas darat juga dilakukan melalui penambahan sarana dan prasarana pemadaman, termasuk pembangunan serta pengaktifan sumur bor di wilayah prioritas. Hal ini diperlukan karena sumber air permukaan untuk pemadaman makin terbatas seiring berlanjutnya kondisi kering.






























