Logo Bloomberg Technoz

Kata Kemhut Soal Ratusan Titik Panas di Kalimantan

Dovana Hasiana
20 August 2026 18:20

Data Titik Panas di Website Sipongi Kementerian Kehutanan. (Dok. Sipongi)
Data Titik Panas di Website Sipongi Kementerian Kehutanan. (Dok. Sipongi)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Kehutanan melaporkan adanya peningkatan titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat. Berdasarkan sistem Kemenhut yang menggunakan Satelit NASA-MODIS/Terra-Aqua, hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi tercatat meningkat dari 15 titik pada 18 Agustus menjadi 256 titik pada 19 Agustus 2026 di Kalimantan Barat. 

Meski demikian, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi menggarisbawahi hotspot merupakan indikasi anomali panas, bukan otomatis jumlah titik api atau kejadian kebakaran. Dia mengatakan setiap hotspot tetap ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi aktual. 

"Penanganan di Kalimantan Barat dilakukan secara terpadu oleh Manggala Agni bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Darah, pemerintah daerah, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api, pelaku usaha, relawan, dan masyarakat," ujar Ristianto kepada Bloomberg Technoz, Kamis (20/08/2026). 


Dia mengatakan operasi penanganan di Kalimantan Barat melibatkan sekitar 1.410 personel gabungan yang melakukan patroli, verifikasi lapangan, pemadaman darat, penyekatan, pembasahan, pendinginan, serta penjagaan lokasi rawan. Operasi juga didukung kendaraan dan peralatan pemadaman, pompa, selang, flexible tank, alat pelindung diri, helikopter patroli, dan helikopter water bombing. Selain itu, operasi udara digunakan untuk memperkuat satuan tugas darat, terutama pada lokasi yang sulit dijangkau.

Tak hanya itu, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca juga terus dievaluasi bersama BNPB dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berdasarkan kebutuhan lapangan serta ketersediaan awan potensial. Pada saat yang sama, sarana pemadaman darat dan sumber air terus diperkuat karena ketersediaan air di sejumlah lokasi makin terbatas.