Logo Bloomberg Technoz

Pergerakan yield di pasar surat utang domestik juga ditopang oleh langkah Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang mengatakan pemerintah siap memperbesar pembelian kembali (buyback) surat utang tenor panjang, dan akan meluncurkan inisiatif fiskal baru untuk menekan biaya utang yang berada di level tertinggi dalam beberapa tahun. Bessent menyebut nilainya bisa melebihi US$4 miliar, yang direncanakan mulai bulan depan. 

Yield US Treasury 10 tahun kembali terkerek 6,1 bps ke 4,7%, sementara yield surat utang berdenominasi dolar AS tenor 10 tahun milik Indonesia (INDON) tercatat turun 1,2 bps ke 6,9%. Dengan spread antara yield US Treasury dan INDON yang cukup menarik, pelaku pasar banyak melepas aset dolar AS dan beralih ke pasar Indonesia. 

Namun, Lionel memperkirakan kondisi ini berpotensi membuat posisi surat utang semakin rentan mengalami koreksi, terutama dari sisi yield spread SUN 10 tahun yang berada di sekitar 232 bps dari US Treasury.

Sementara itu, pasar surat utang negara-negara di kawasan tak sejalan dengan gerak pasar surat utang Indonesia. Aset surat utang dolar AS milik India juga tercatat naik untuk yield tenor 10 tahun ke 6,87%, surat utang Korea Selatan juga naik 4,2 bps ke 4,36%, dan Malaysia naik 1,6 bps ke 3,75%, dan Jepang naik 3,7 bps ke 2,87% untuk tenor 10 tahun. 

(riset/aji)

No more pages