Logo Bloomberg Technoz

Aksi Beli Warnai Pasar Surat Utang, Yield Banyak Terpangkas

Tim Riset Bloomberg Technoz
21 August 2026 12:32

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar Surat Utang Negara (SUN) melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Jumat siang (21/8/2026), seiring gerak rupiah yang juga kembali stabil di kisaran Rp17.695/US$, pada 10:20 WIB. 

Melansir data Bloomberg, yield turun pada hampir semua tenor. Pada tenor 2 tahun, penurunan yield terjadi paling dalam 12,8 basis poin (bps) ke 6,64%, disusul tenor 9 tahun turun 11,4 bps ke 7,08%.

Sementara tenor acuan 10 tahun kembali turun 5,7 bps ke 6,96%. 

Pergerakan yield di pasar surat utang negara (SUN). (Bloomberg)

Penguatan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap surat utang domestik masih cukup kuat. Terutama pada tenor pendek hingga menengah. Ramainya pasar surat utang pekan ini, lantaran frekuensi lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) kembali berkurang. 

Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, menyebut pasar surat utang mendapat penyangga dari potensi peralihan likuiditas dari SRBI ke SUN. "Apalagi setelah mempertimbangkan jumlah kepemilikan SUN perbankan yang rendah di Rp914,65 triliun," kata Lionel.