Cadangan Devisa Tetap Tebal Meski Rupiah Tertekan
Redaksi
07 October 2026 15:28

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa US$146,3 miliar pada September. Turun tipis US$0,2 miliar dari posisi akhir Agustus yang sebesar US$146,5 miliar.
“Perkembangan posisi cadangan devisa September dipengaruhi terutama oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi,” sebut laporan BI.
Penurunan yang terbatas itu menjadi sinyal bagi pasar. Pasalnya, September bukan bulan yang sepenuhnya bersahabat bagi pasar keuangan domestik. Tekanan terhadap rupiah masih tinggi, sementara kenaikan yield surat utang Amerika Serikat (AS) dan penguatan nilai tukar mata uang Negeri Paman Sam membuat aset negara-negara berkembang menghadapi tekanan.
Rupiah bahkan sempat menembus level Rp18.000/US$ secara intraday pada akhir September di pasar luar negeri. Namun, tekanan itu tidak diikuti dengan pengurasan cadangan devisa dalam jumlah besar.
Kondisi ini menunjukkan bahwa BI masih memiliki ruang yang cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar tanpa harus mengorbankan cadangan devisa secara agresif. Sebelumnya, BI mengurangi ketergantungannya terhadap intervensi di pasar spot dalam strategi menjaga stabilitas rupiah.






























